Winger andalan Barcelona, Neymar Jr, turut tertarik untuk ikut PIALA DUNIA 2018 berkomentar terkait dengan keberhasilan klubnya memperpanjang kontrak bintang besar argentina, sosok yang dia kagumi selama ini, Lionel Messi. Tentu saja, sang pemain Brazil turut senang dengan kesepakatan kontrak anyar yang mengikat pemain Argentina di Barcelona hingga tahun 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, Lionel Messi awalnya memang hanya memiliki sisa kontrak sampai tahun 2018 mendatang. Sempat muncul kabar yang menyebut bahwa Bintang 30 tahun asal Argentina tersebut an meninggakan Camp Nou pada bursa transfer musim panas tahun ini, menyusul negosiasi kontrak anyar yang tak kunjung mencapai kata sepakat.

Tapi pada akhirnya, tak lama setelah Messi menikahi sang kekasih, Antonella Rocuzzo, pihak Barcelona mengumumkan bahwa Top Skorer sepanjang masa mereka itu sudah menyepakati kontrak baru sampai tahun 2021 mendatang. Dalam kontrak baru tersebut nantinya, Messi akan mendapatkan kenaikan gaji yang cukup besar.

Kabar ini tak hanya menggembirakan bagi para fans Barcelona yang sempat diresahkan dengan rumor kepergian Messi, tapi juga sejumlah penggawa Raksasa Catalan, termasuk diantaranya winger asal Brazil, Neymar Jr. Baginya, kontrak baru La Pulga berarti sangat penting bagi klub Catalan.

“Saya sangat senang bisa terus bermain dengan tim terbaik di dunia bersama dengan kami. Sangat rumit untuk memikirkan sepakbola tanpa seorang Messi,” kata Neymar dikutip dari Soccerway.

Lebih lanjut, mantan pemain Santos angkat bicara soal manajer anyar Barcelona, Ernesto Valverde. Yang bersangkutan mengaku telah mendapatkan kabar-kabar baik tentang mantan pelatih Atheltic Bilbao tersebut.

“Kami akan memiliki pelatih yang hebat. Saya pernah mendengarnya berbicara dengan sangat baik, semoga kita bisa mendapatkan musim yang menggembirakan,” kata Neymar. .

Hal tersebut dituturkan oleh Penjaga gawang Real Madrid, Keylor Navas yang tak ragu untuk menyanjung kemampuan Sergio Ramos dalam mencetak gol ke gawang lawan, setelah penampilan gemilang sang kapten dalam kemenangan 3-1 atas Napoli di Liga Champions Eropa tengah pekan kemarin.

Sergio Ramos lagi-lagi menjadi pahlawan kemenangan Real Madrid, kali ini dalam keberhasilan mereka melangkah ke babak perempat final Liga Champions Eropa. Dalam partai leg kedua babak 16 besar Kontra Napoli, Sang Kapten mencetak gol penyama kedudukan, yang kemudian disusul dua gol lainnya.

Seperti diketahui, dalam pertandingan yang berlangsung di San Paolo Stadium itu, Napoli lebih dulu unggul lewat gol dries mertens. Di babak kedua, Ramos berhasil menyundul bola ke gawang Reina yang kemudian mengubah kedudukan menjadi 1-1. Sang kapten kembali mencetak gol namun diakui sebagai gol bunuh diri Dries Mertens. Alvaro Morata kemudian melengkapi Comeback Real Madrid menjadi 1-3.

Ini bukan kali pertama Ramos menjadi penyelamat Madrid, dengan pemain yang berposisi sebagai bek sentral ini mencetak gol vital untuk menyamakan skor melawan Barcelona pada Desember lalu. Dia juga mencetak gol ke gawang Atletico Madrid di dua final Liga Champions Eropa (2014 & 2016). Tak ayal, Ramos pun disebut memiliki insting pencetak gol layaknya seorang striker.

“Ramos adalah pemain yang sangat penting musim ini, dia selalu mampu membantu kami, dan kami harus senang dengan keberhasilan ini. Ia memiliki insting striker, ke mana pun ia pergi untuk corner kami percaya padanya dan ketika terjadi sundulan, ia selalu memiliki kemampuan untuk menempatkan bola di mana yang ia inginkan. " Demikian kata Penjaga gawang Real madrid, Keylor Navas lewat situs resmi klub.

Sebagai informasi, Sergio Ramos telah mencetak 9 gol dari total 28 caps di semua kompetisi sepanjang 2016/17, faktanya itu adalah musim paling produktif bagi Ramos di sepanjang karirnya.

Pendapat itu datang dari salah satu bintang Jerman, Thomas Muller yang hanya bermaksud untuk menyuarakan opininya terkait dengan cara-cara klub memperlakukan pemain sepakbola pada era modern yang ternyata kurang disukainya. Dia berharap, para pemain tidak tamak dengan situasi seperti sekarang ini.

Di Era Sepakbola Modern seperti sekarang ini, ada banyak sekali perubahan yang terjadi, di berbagai sektor tentunya. Tidak terkecuali pada sektor transfer, dimana sebuah klub tak akan segan merogoh Kocek yang besar untuk mendatangkan seorang pemain Bintang. Sampai-sampai, ada anggapan yang menyebut bahwa seorang pemain sepakbola sekarang, tak ubahnya seperti barang komersial.

Transfer tertinggi dalam sejarah sepakbola saat ini disandang paul Pogba yang ditebus dari Juventus oleh Manchester United pada musim panas kemarin seharga 105 Juta Euro. Terkait hal ini, thomas Muller beranggapan bahwa tidak ada satu pun pemain yang layak dibanderol dengan harga setinggi itu dan meyakini sepakbola masa kini secara perlahan menjadi tak ubahnya seperti sirkus besar, dan beberapa pemain sirkus tersebut memiliki sikap ’tamak’.

"Saya rasa, pemain-pemain yang ditebus belakangan ini cukup konyol, tidak ada pemain yang layak dihargai dengan uang sebesar itu. Dalam sepakbola modern, para pemain sudah seperti barang-barang komersial. Tapi ini tak seharusnya memengaruhi kami. Kalian tidak akan sendirian ketika membawa diri dalam sebuah tekanan, jika memang anda mulai berpikir mengenai dana transfer yang tinggi."

"Saya sendiri santai menanggapi sepakbola modern seperti sekarang ini, karena saya hanya mencari kesenangan di atas lapangan, untuk membantu rekan-rekan dan memenangkan banyak hal. Tapi Anda harus menaydari bahwa ada dalam lingkaran bisnis ketika berkarier sebagai pemain. Sekarang ini, para pemain seperti tengah berada dalam sirkus yang besar, maka dari itu, janganlah anda sampai bersikap tamak." Demikian ujar penyerang Internasional Jerman itu kepada GQ.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marco Verratti, gelandang Paris Saint-Germain yang turut bermain sejak awal di Camp Nou. Dia mengaku sempat berbicara dengan para pemain Barcelona, dan ketika itu mereka mengatakan bahwa laga ini telah berakhir, selepas gol balasan yang dicetak Edinson Cavani.

Barcelona baru saja berhasil mencetak sejarah terbaik dalam dunia sepakbola dengan Comeback yang luar biasa. Mereka membalikan kedudukan agregat dari 4-0 menjadi 6-5 saat memainkan leg kedua babak 16 besar di Estadio Camp nou. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya, para pemain Barcelona sempat mengibarkan bendera putih dalam laga tersebut?

Bermain sebagai tim tuan rumah dalam pertandingan tersebut, Barcelona langsung menekan sejak awal, kemudian mencetak gol cepat melalui Luis Suarez, skor 1-0 bertahan hingga jeda. Asa Barcelona kemudian terjaga setelah Layvin Kurzawa mencetak gol bunuh diri , dan penalti Messi merobek jala Kevin Trap. Namun, tim Tuan Rumah sempat kehilangan percaya diri setelah Edinson Cavani mencetak gol balasan yang membuat kedudukan menjadi 3-1.

Para suporter Barcelona bahkan sempat meninggalkan Stadion lebih awal saat memasuki menit ke-80, dimana kedudukan tak berubah. Tapi secara luar biasa, di menit-menit terakhir mereka mencetak tiga gol tambahan, dua diantaranya dicetak Neymar, sementara gol penentu kelolosan dicetak Sergi Roberto yang berhasil terhindar dari Jebakan Offside.

Kemenangan Barcelona ini menunjukkan bahwa para pemain mereka tidak berhenti percaya sampai akhir, tapi ternyata Marco Verratti selaku gelandang PSG yang bermain penuh dalam laga tersebut mengaku sempat mendengar kata ’menyerah’ dari para pemain Los Catalan.

"Dengan gol dari Cavani, kami mampu meningkatkan rasa aman. Saya sempat berbicara dengan para pemain Barca, mereka berkata kepada saya bahwa laga ini telah usai," ungkap Verratti seperti dikutip dari L'Equipe.